GENTARA Hadir sebagai Rumah Besar Kaum Moderat dan Toleran

Sebuah organisasi kemasyarakatan baru bernama GENTARA — Gerakan Nusantara segera dideklarasikan sebagai wadah berhimpun kaum moderat dan toleran lintas latar belakang.

Redaksi Gentara News

5/29/2026

Rapat pendirian GENTARA 29 Mei 2026
Rapat pendirian GENTARA 29 Mei 2026

JAKARTA — Sebuah organisasi kemasyarakatan baru bernama GENTARA — Gerakan Nusantara tengah dipersiapkan untuk dideklarasikan dalam waktu dekat. Para pendirinya menggambarkan GENTARA sebagai wadah berkumpul bagi anak bangsa lintas latar belakang yang sepakat merawat nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kebangsaan di tengah arus polarisasi yang kian menguat belakangan ini.

Tagline organisasi telah disepakati: Relawan Super Tbk. Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat, Rumah Besar Kaum Moderat dan Toleran. Sebuah pernyataan sikap yang langsung menempatkan GENTARA di tengah — bukan di salah satu kutub — sekaligus menegaskan akar gerakan ini sebagai himpunan relawan yang lahir dari, dijalankan oleh, dan diabdikan untuk rakyat.

Para pendiri memandang ruang politik dan sosial Indonesia hari ini menyisakan satu kebutuhan mendasar yang belum sepenuhnya terjawab: sebuah wadah yang inklusif, non-partisan, dan cukup luas untuk menampung suara-suara moderat dari berbagai elemen masyarakat. Banyak warga yang resah dengan menajamnya identitas politik, merasa tidak terwakili partai mana pun, namun tetap ingin berkontribusi pada pembangunan bangsa. GENTARA dirancang untuk menjawab kegelisahan itu.

"GENTARA bukan partai, bukan pula perpanjangan kepentingan kelompok tertentu. Ini adalah gerakan kebangsaan yang ingin mempertemukan kembali yang tengah, yang waras, yang masih percaya bahwa Indonesia adalah rumah bersama," begitu semangat yang mengemuka dari forum pertemuan para pendiri.

Struktur kepemimpinan organisasi mulai mengerucut. Presiden ke-7 RI Joko Widodo didapuk sebagai Ketua Majelis Tinggi, didampingi Irma Suryani sebagai Sekretaris Majelis Tinggi. Di jajaran Dewan Pembina, Jeffry Geovanni, Allen Marbun, A. Rivai, Ridwan Hisyam, dan Utje Gustaf Patty. Nama nama penting lain juga sedang dihimpun untuk jajaran majelis tinggi dan dewan Pembina.

Sementara untuk pengurus harian, Zulfan Lindan dipercaya memegang kendali sebagai Ketua Umum, dibantu HM Darmizal MS sebagai Ketua Harian dan Muhammad Rahmad sebagai Sekretaris Jenderal. Sebelas tokoh yang hadir dalam pertemuan di Rumah UnPacking, Jakarta Selatan, (Jum’at, 29 Mei 2026) sepakat menjadi Deklarator GENTARA, dan daftar nama itu masih terbuka untuk diperluas — termasuk mengundang para ketua relawan Jokowi untuk turut menandatangani naskah deklarasi.

Identitas visual GENTARA dirancang khas. Logonya menampilkan siluet garuda dengan sentuhan warna oranye pada paruh dan pada tulisan "Gerakan Nusantara" — simbol keberanian dan kehangatan, dua karakter yang ingin diusung organisasi ini ke ruang publik.

Di sesi akhir, Sekretaris Jenderal Muhammad Rahmad memaparkan rancangan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Manifesto, Peraturan Organisasi tentang Atribut, hingga sistem pengelolaan organisasi berbasis digital. Semua perangkat itu disiapkan agar GENTARA tidak sekadar besar dalam wacana, tetapi juga modern dalam tata kelola — sebuah ormas yang merangkul akar rumput sekaligus melek teknologi.

Setelah deklarasi, Ketua Umum bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat direncanakan bergerak ke daerah-daerah untuk membentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) hingga struktur di bawahnya. Targetnya jelas: GENTARA harus hadir bukan hanya di Jakarta, tetapi di seluruh penjuru Nusantara.

Sekretariat:

Jalan Pemuda - Rawamangun, Jakarta

© 2026 GENTARA. All rights reserved.